Friday, June 3, 2016

Taman Patung Kuda, Landmark Kota Pati. Menggambarkan Tentang Apa?

 destinasipati.com. Melintas Kota Pati hampir pasti Anda menengok atau mungkin sekedar melirik ada landmark yang satu ini. Ya, Taman Patung Kuda Pati. Lokasinya di depan SMP 4 Pati tepatnya berada di Desa Puri Pati.

ikon yang digunakan dalam landmark yang diresmikan Bupati Haryanto 5 Januari 2015 yang fungsinya untuk menambah RTH (Ruang Terbuka Hijau) ini memang menarik perhatian. Beberapa kali terlihat muda mudi bahkan keluarga berfoto dengan background taman patung kuda ini.

 Ikon yang diambil adalah Tokoh pewayangan Arjuna dan Kresna. Arjuna posisi sedang bersiap memanah, dan kresna mengendalikan pedati kuda yang posisinya sedang mengerem. Kok bisa?  
Lha ya itu wong kudanya yang depan aja mlengos kan karena ditarik tali kekangnya kok...lha apa sampeyan kira karena lihat sampeyan foto selfi trus nggak diajak gitu? (#iki guyon...ojo dilebokke ati nggih.)
Mengenai mengapa dipilih Patung Krisna dan Arjuna ini agak susah ditelisik. Pasalnya agak sulit menyambungkan tokoh pewayangan ini dengan sejarah kota Pati/ babat tanah Pati. Yang jelas Bupati yang sedang menjabat yakni Pak Haryanto kayaknya memang senang dengan tokoh pewayangan. Disemua tempat baik yang sudah ada ikonnya maupun belum, ditambai ikon wayang. Kalau butuh penjelasan mungkin tanya sama Pak Disbudparpora atau Pak Dinas PU yang mengerjakan. Atau tanya sama tim ahli tata kota dari Pemkab Pati dibawah komando Pak Haryanto-Pak Budiyono ini ya... 

Patung Kuda tidak satu-satunya ada di Pati.  Ada patung kereta kuda dengan gatotkaca di Simpang tiga sebelah timur Bandar Udara Internasional Ngurah rai, Tuban Bali yang dibangun 1993. Patung kuda juga ada di Ciputra sebagai gerbang pintu gerbang Golf Mansion Premium. Ada juga di Taman Tirta Wangi Banyuwangi. Tempat lain belum tau nih adminnya...hehehe


Kalau sekedar analisis destinasipati.com (ra sah dipercaya banget banget) Kereta kuda dengan Kresna dan Arjuna ini menggambarkan Pasangan Pemimpin Pati yang bekerja sama mengendalikan arah pembangunan kabupaten Pati mau dibawa kearah mana. Semuanya bahu membahu dan bekerja sama membangun Kabupaten Pati.

Tapi, yang jelas, tempat ini sebelumnya ruko-ruko kecil yang kemudian dibongkar dan dijadikan tempat terbuka hijau. Untuk foto selfi boleh...difoto saja kayak destinasipati.com juga monggo. Sing penting jangan dinaiki. Wong dibawahnya juga sudah ada larangan bermain diatas kereta kuda tersebut kok. Daripada sampeyan dadi terkenal karena alay nya lak ngisini ngisini to? hehehe.

Artikel Terkait

Taman Patung Kuda, Landmark Kota Pati. Menggambarkan Tentang Apa?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Load Comments