Tuesday, March 15, 2016

Kisah Dibalik Gerbang Majapahit Pati (Versi Disbudparpora Pati)


Destinasipati.com. Kisah cerita dibalik Gerbang Majapahit Pati menurut versi disbudparpora Pati sebagi berikut.

Raden Bambang kebo nyabrang adalah anak sunan muria yang tidak diakui karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya.Sebagai syarat agar diakui sebagai anak sunan muria, maka sunan muria menyuruh kebo nyabrang membawa pintu gerbang majapahit dari mojokerto menuju gunung muria dalam satu malam.

Dilain tempat, dipadepokan sunan ngerang, salah satu muridnya bernama raden ronggo ingin menyunting puttri sunan ngerang yang bernama roro pujiwat. dia mau diperistri dengan syarat memboyong pintu gerbang majapahit ke padepokan. Raden ronggo kecewa karena pintu gerbang majapahit telah dibawa kebo nyabrang ke gunung muria.

Raden ronggo mengejar kebo nyabrang untuk meminta pintu itu tetapi tidak diberikan. Lalu timbul peperangan. Sunan muria yang melihat dua orang bertarung lalu turun ke tempat kedua orang tersebut  bertarung. 
Lalu beliau berkata
"wis padha lerena sak kloron padha bandhole”.
Berhentilah kedua orang tersebut bertarung. hingga sekarang tempat tersebut dinamakan dukuh rendole (sak kloron podo bandhole).

Sunan Muria pun mengakui Raden Kebo Bambang Nyabrang menjadi anaknya dan beliau menyuruh untuk menjadi penjaga pintu gerbang majapahit.


versi : disbudparpora pati

Artikel Terkait

Kisah Dibalik Gerbang Majapahit Pati (Versi Disbudparpora Pati)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Load Comments