Saturday, March 12, 2016

Gapura Majapahit, Perlawanan ‘Bawah Tanah’ Pati vs Mataram Islam (Versi Peneliti)




Destinasipati.com. Pagi itu, saya punya rencana lewat ke Kudus melewati jalur Puri ke utara, Stadion Joyo Kusumo ke utara dikit, perempatan belok kiri. Tapi berhenti dulu. Lampu merah soalnya. Setelah lampu hijau baru jalan lagi melewati kantor samsat Pati.Tujuannya mau ke Kudus lewat Gembong. ternyata saya melewati salah satu destinasi pati yang terkenal. Gapura Majapahit atau gerbang Majapahit Pati. Terletak di Desa Rendole, Muktiharjo. Sekitar 4 Km dari Pusat Kota Pati.

Peninggalan ini berbentuk Pintu Gerbang terbuat dari kayu jati. Pintu saja? Iya...pintu saja tanpa ada bangunan rumah atau pendopo di belakangnya. Sebenarnya ini tempat apa atau sejarahnya bagaimana?

Pintu gerbang ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diangkat oleh Kebo Nyabrang (dalam versi lain Kebo Anabrang) sebagai persyaratan untuk diakui sebagai Putra Sunan Muria. Namun setelah tiba di Desa Rondole, Kebo Nyabrang tidak mampu lagi mengangkat dan tidak mampu melanjutkan perjalanan kemudian menunggui pintu gerbang tersebut sampai meninggal dunia.

Pintu itu tercatat di Dinas Purbakala Jawa Tengah sebagai benda cagar budaya. Oleh masyarakat setempat dijadikan sebagai saksi sejarah pendukung legenda terjadinya desa Rendhole. Keberadaan pintu ini diyakini sebagai Gerbang Majapahit yang hendak diboyong ke padhepokan Muria oleh Kebo Anabrang sebagai syarat diakuinya ia sebagai anak Kanjeng Sunan Muria. Tapi nahas, kurang sekitar 30 Km-an dari puncak Muria Kebo Anabrang sudah tak mampu lagi, terhenti (leren) karena matanya melotot (mondol-mondol) dan lidahnya terjulur (mele-mele), sehingga wilayah/tempat itu diberi nama Rendole akronim dari leren amergo mondol-mondol mripate lan mele-mele ilate

Penelitian Praba Hapsara (2009) membuktikan bahwa pintu itu bukan pintu keraton Majapahit tetapi pintu keraton kadipaten Pati sendiri yang dibuat pada tahun 1543 S atau bertepatan dengan 1621 M semasa pemerintahan Adipati Pragola II (1600 – 1627 M). Di samping itu, legenda Pintu Gerbang Majapahit menurut hasil penelitian Khoeri Abdul Muid  (Makna Kontekstual Legenda Pintu Gerbang Majapahit di Pati, 2005), merupakan bentuk perlawanan ‘bawah tanah’ Pati vs Mataram Islam yang notabene karena Mataram dianggap telah menenggelamkan kedaulatan Pati yang sebenarnya rahim sejarah kelahirannya adalah sama, berkedudukan setara serta berdarah bersaudara dengan Mataram. 



Artikel Terkait

Gapura Majapahit, Perlawanan ‘Bawah Tanah’ Pati vs Mataram Islam (Versi Peneliti)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Load Comments